Di tengah tekanan global terhadap emisi karbon dan meningkatnya risiko hambatan dagang, sektor aluminium Indonesia bersiap mengambil langkah strategis. Laporan terbaru dari lembaga riset Transisi Bersih berjudul “Strategi Dekarbonisasi Hilirisasi Aluminium” menegaskan bahwa dekarbonisasi merupakan syarat penting untuk menjaga keberlanjutan ekspor dan industrialisasi nasional.
Dengan cadangan bauksit sebesar 2,8 miliar ton atau 10% dari cadangan global, Indonesia masuk empat besar dunia. Sementara, dari sisi produksi, dengan 32 juta ton bijih bauksit pada 2024, Indonesia masuk lima besar produsen bauksit dunia.