Jakarta, 10 Desember 2025 — Lembaga riset dan advokasi ekonomi-lingkungan Transisi Bersih menilai sektor hulu industri kelapa sawit Indonesia menghadapi persoalan struktural serius, yaitu ekspansi lahan terus berlanjut, produktivitas perkebunan menurun, sementara kontribusi fiskalnya tidak sebanding dengan skala ekonomi yang dihasilkan. Temuan ini disampaikan dalam peluncuran kajian “Dinamika Sektor Hulu Sawit di Indonesia: Ekspansi Lahan, Rendahnya Produktivitas, dan Kesenjangan Kontribusi Fiskal” di Jakarta, Rabu (10/12) sore.
Direktur Eksekutif Transisi Bersih, Abdurrahman Arum, mengatakan bahwa krisis ekologis yang ditandai dengan banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera tidak dapat dilepaskan dari pola pengelolaan sawit yang bertumpu pada perluasan lahan. “Ekspansi sawit masih menjadi strategi utama industri, padahal dampak ekologisnya kian berat. Risiko lingkungan ditanggung masyarakat, sementara manfaat ekonominya terkonsentrasi ke kelompok-kelompok usaha,” ujar Rahman.