IKPI | Pergantian Menkeu Disebut Momentum Tuntaskan Ketimpangan Pajak Industri Ekstraktif

IKPI | Pergantian Menkeu Disebut Momentum Tuntaskan Ketimpangan Pajak Industri Ekstraktif

IKPI, Jakarta: Pergantian kursi Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa dinilai bisa menjadi momentum penting dalam arah baru reformasi perpajakan nasional. Organisasi Transisi Bersih mendorong pemerintah lebih serius menggali potensi penerimaan dari industri ekstraktif, khususnya nikel dan batu bara, yang selama ini dianggap terlalu longgar diberi insentif.

Beritaind.com | Menteri Keuangan Baru Ditantang Lebih Ekstensifkan Pajak Industri Ekstraktif

Beritaind.com | Menteri Keuangan Baru Ditantang Lebih Ekstensifkan Pajak Industri Ekstraktif

Pajak yang ditarik dari industri ekstraktif yang selama ini longgar akan menaikkan pendapatan negara secara signifikan dan lebih memenuhi unsur keadilan dari pada menaikkan PPN 12 persen bagi warga negara yang sedang menghadapi kelesuan ekonomi. Transisi Bersih melihat argumen yang sangat kuat untuk melakukan ekstensifikasi pajak dari industri ekstraktif, terutama nikel dan batu bara. Pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa bisa menjadi momentum memperbaiki iklim perpajakan nasional.

Ekspansi Sawit Meluas, Produktivitas Turun, Kontribusi Pajak Rendah

Ekspansi Sawit Meluas, Produktivitas Turun, Kontribusi Pajak Rendah

Jakarta, 10 Desember 2025 — Lembaga riset dan advokasi ekonomi-lingkungan Transisi Bersih menilai sektor hulu industri kelapa sawit Indonesia menghadapi persoalan struktural serius, yaitu ekspansi lahan terus berlanjut, produktivitas perkebunan menurun, sementara kontribusi fiskalnya tidak sebanding dengan skala ekonomi yang dihasilkan. Temuan ini disampaikan dalam peluncuran kajian “Dinamika Sektor Hulu Sawit di Indonesia: Ekspansi Lahan, Rendahnya Produktivitas, dan Kesenjangan Kontribusi Fiskal” di Jakarta, Rabu (10/12) sore. Direktur Eksekutif Transisi Bersih, Abdurrahman Arum, mengatakan bahwa krisis ekologis yang ditandai dengan banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera tidak dapat dilepaskan dari pola pengelolaan sawit yang bertumpu pada perluasan lahan. “Ekspansi sawit masih menjadi strategi utama industri, padahal dampak ekologisnya kian berat. Risiko lingkungan ditanggung masyarakat, sementara manfaat ekonominya terkonsentrasi ke kelompok-kelompok usaha,” ujar Rahman.