Mandatory Biodiesel B-50 di Indonesia: Solusi Ketahanan Energi atau Beban Ekonomi Baru

Mandatory Biodiesel B-50 di Indonesia: Solusi Ketahanan Energi atau Beban Ekonomi Baru

Working paper ini menganalisis secara kritis rencana implementasi mandatory biodiesel B50 di Indonesia, dengan fokus pada dampak fiskal, ketahanan energi, dan implikasi struktural terhadap industri sawit nasional. Menggunakan data 2014–2024 dari Kementerian ESDM, BPDPKS, GAPKI, dan berbagai sumber internasional, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kebijakan biodiesel berhasil menekan impor solar, manfaat tersebut datang dengan biaya fiskal dan opportunity cost yang sangat besar.

Analisis menemukan bahwa net fiscal impact kebijakan biodiesel secara konsisten negatif sejak 2015, terutama akibat meningkatnya CPO export loss dan subsidi biodiesel. Dalam konteks B50, tekanan terhadap devisa, ekspor sawit, dan anggaran negara diproyeksikan meningkat secara signifikan. Working paper ini juga membahas paradoks ketahanan energi, distribusi manfaat yang timpang, serta batas optimal penggunaan CPO untuk biodiesel dalam kerangka transisi energi yang lebih berkelanjutan. Selain itu, working paper ini juga memberikan beberapa rekomendasi untuk memperbaiki kebijakan mandatory tersebut agar memberikan manfaat yang optimal untuk ekonomi, masyarakat, dan lingkungan.