Strategi Dekarbonisasi Hilirisasi Aluminium: Mendorong Transisi yang Adil dan Kompetitif

Strategi Dekarbonisasi Hilirisasi Aluminium: Mendorong Transisi yang Adil dan Kompetitif

Industri aluminium global tengah bergerak menuju sistem produksi yang lebih hijau dan rendah karbon, didorong oleh kebijakan dekarbonisasi di negara maju dan meningkatnya permintaan aluminium ramah lingkungan. Agar tidak tertinggal, Indonesia perlu merumuskan strategi dekarbonisasi yang terencana dan realistis. Sebagai salah satu pemilik cadangan bauksit terbesar dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat industri aluminium nasional. Namun, posisi Indonesia yang bukan pemain dominan dalam pasar aluminium global membuat strategi yang terlalu agresif berisiko menurunkan daya saing industri domestik.

Paper ini memperkenalkan kerangka analisis “Dominasi dan Kekakuan Pasar” (DKP) untuk menentukan strategi dekarbonisasi aluminium yang optimal. Analisis DKP mempertimbangkan dua faktor kunci, yaitu: posisi Indonesia dalam pasar global dan sensitivitas permintaan aluminium terhadap harga. Berdasarkan hasil analisis, strategi yang direkomendasikan adalah “konservatif moderat”, yaitu: Indonesia perlu mengikuti langkah-langkah dikarbonisasi yang diambil oleh negara-negara maju atau pemain utama lainnya, tanpa harus menjadi pelopor. Strategi ini memungkinkan Indonesia menjaga daya saing di pasar global sambil tetap beradaptasi dengan tuntutan pasar.