PR JATIM – Indonesia dinilai memiliki peluang strategis untuk menjadikan hilirisasi nikel sebagai tulang punggung transisi energi menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Hal ini disampaikan dalam policy paper terbaru berjudul “Menghijaukan Hilirisasi Nikel” yang dirilis oleh lembaga riset Transisi Bersih dan SUSTAIN.
Saat ini, proses hilirisasi nikel di dalam negeri masih bergantung besar pada PLTU batu bara, yang menjadikan emisi karbon dari industri nikel Indonesia salah satu yang tertinggi di dunia mencapai 57 hingga 70 ton CO₂ per ton nikel.
Sebagai perbandingan, PT Vale Indonesia, yang menggunakan energi terbarukan, hanya menghasilkan 29 ton CO₂ per ton nikel. “Kita sedang kehilangan peluang untuk menjadikan nikel sebagai bagian dari solusi iklim. Dengan reformasi kebijakan, nikel bisa jadi motor transisi energi, bukan justru sumber emisi baru,” tegas Abdurrahman Arum, Direktur Eksekutif Transisi Bersih, saat dihubungi, Selasa (2/7).
Baca selengkapnya di https://jatim.pikiran-rakyat.com/jawa-timur/pr-3749465702/hilirisasi-nikel-didorong-jadi-motor-transisi-energi-ri
