Sumber Daya Alam untuk Membiayai Transisi Energi
Transisi energi menjadi prioritas global sebagai upaya mengatasi krisis iklim dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Dalam KTT G20 di Brasil, pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk memensiunkan dini PLTU berbahan bakar fosil dan menambah kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan lebih dari 75 giagwat dalam kurun waktu 15 tahun ke depan. Namun, pendanaan masih menjadi tantangan utama pada sektor transisi energi ini. Pendanaan transisi energi JETP (Just Energy Transition Partnership), yang disepakati pada KTT G20 Bali 2022 sebagai komitmen negara-negara maju untuk mendukung transisi energi di negara berkembang, tidak bisa diharapkan lebih jauh. Terpilihnya kembali Presiden AS Donald Trump, yang menarik AS dari Paris Agreement dan mencabut EV mandat, bisa berdampak pada pendanaan JETP. Selain itu, hingga peralihan kepemimpinan JETP dari AS ke Jerman realisasi investasi masih tetap minim. Dengan demikian, pendanaan JETP tidak dapat dijadikan satu satunya harapan pemerintah untuk mendanai transisi energi di Indonesia.
