World Meteorological Organization (WMO) menyatakan bahwa tahun 2023 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat, dengan selisih yang sangat besar. Pada tahun 2023 suhu global rata-rata mencapai 1,45 ºC ±0,12 ºC di atas suhu pra-industri. Hal ini menjadikan dunia lebih dekat dengan ambang batas yang ditetapkan dalam perjanjian paris yaitu 1,5ºC di atas suhu pra- industri (1850-1900). WMO menyebutkan bahwa kenaikan suhu ini disebabkan oleh peristiwa Elnino dan perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Sekretaris Jenderal WMO, Prof. Celeste Saulo, menyampaikan bahwa perubahan iklim adalah tantangan terbesar yang dihadapi manusia. Keadaan ini tidak hanya mempengaruhi kita semua, tetapi juga meningkatkan kerentanan, terutama bagi mereka yang paling rentan di masyarakat. Saulo menegaskan bahwa tindakan harus diambil dengan segera, dan langkah-langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca harus dilakukan secara drastis. Transisi ke sumber energi terbarukan juga harus dipercepat.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa situasi cuaca panas yang terjadi adalah hasil dari perubahan iklim yang memberikan tekanan tambahan pada sumber daya air yang sudah langka. Hal ini menciptakan water hotspot, meningkatkan risiko kelaparan global, dan menghadapi prediksi FAO tentang krisis pangan pada tahun 2050 jika keadaan terus memburuk.
Dalam menghadapi masa depan yang semakin panas, penting bagi semua elemen masyarakat untuk bersatu dalam aksi mitigasi. Mulai dari penghematan listrik, air, pengelolaan sampah, pengurangan energi fosil dan menggantinya dengan kendaraan listrik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, restorasi mangrove, dan lain sebagainya. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memperingatkan bahwa prediksi untuk tahun 2024 memberikan 33% kemungkinan peningkatan suhu, dan 99% kemungkinan tahun tersebut akan masuk ke dalam lima tahun terpanas. Dengan demikian, kerja sama global dan tindakan nyata adalah kunci untuk memitigasi dampak perubahan iklim yang semakin nyata dan mendesak.
